
Profil Kontraktor Tertinggi di Jeddah Tower yang Menggemparkan Dunia
JAKARTA,
Pembangunan Jeddah Tower, yang merupakan calon gedung tertinggi di dunia, kini telah mencapai lantai ke-73 dengan ketinggian sekitar 293,9 meter. Namun, tidak semua lantai sudah sepenuhnya terbentuk.
Sementara itu, lantai yang hampir sepenuhnya selesai dibangun adalah lantai ke-68 dengan ketinggian 273,9 meter. Dengan demikian, jumlah lantai yang telah dibangun mencapai sekitar 42 persen dari total 157 lantai yang direncanakan.
Berdasarkan informasi dari laman Skyscrapercity, konstruksi Jeddah Tower diperkirakan akan selesai seluruhnya pada tahun 2028 mendatang.
Siapa Kontraktor Jeddah Tower?
Pembangunan Jeddah Tower yang dimulai sejak tahun 2013 lalu awalnya dikerjakan oleh Saudi Binladin Group (SBG) sebagai main contractor atau kontraktor utama. Namun, pada tahun 2018, Pemerintah Arab Saudi menarik SBG sebagai kontraktor utama akibat kebijakan “bersih-bersih dari korupsi” yang melibatkan Presiden SBG Bakr bin Laden dalam kurun waktu 2017–2019.
Akibatnya, proyek ini dihentikan sementara. Alasannya adalah karena adanya kebijakan anti-korupsi yang dilakukan pemerintah. Proyek tersebut kemudian terhenti lebih lama karena dampak pandemi Covid-19.
Namun, pada Januari 2025, proyek kembali berjalan setelah SBG ditunjuk kembali sebagai kontraktor utama. Penandatanganan kontrak antara SBG dan pihak terkait dilakukan pada 2 Oktober 2024.
SBG adalah anak usaha dari Binladin International Holding Group (BIHG), yang didirikan oleh Muhammad bin Ladin, ayah dari Usamah bin Ladin atau dikenal sebagai Osama bin Laden, pendiri jaringan teroris Al-Qaeda.
Saham SBG dimiliki sebesar 36,22 persen oleh Istidama Holding, yang merupakan bagian dari Kementerian Keuangan Arab Saudi. Sementara itu, sebagian besar sahamnya dipegang oleh Binladin Company for Development and Commercial Investment.
Awalnya, SBG fokus pada proyek konstruksi di dalam negeri Saudi, termasuk bangunan publik dan keagamaan. Seiring berkembangnya waktu, mereka mulai merambah proyek infrastruktur besar dan lintas negara.
SBG mengalami masa sulit setelah penurunan harga minyak pada tahun 2014–2015, serta insiden kecelakaan kran di Masjidil Haram (Mekkah) yang memengaruhi reputasi dan operasional perusahaan.
Selain SBG, perusahaan kontraktor asal Amerika Latin, Turner Construction, juga terlibat dalam proyek ini. Turner Construction melalui anak usahanya, Turner International Middle East (TIME), bertindak sebagai kontraktor supervisi atau konsultan pengawas.
Sementara itu, untuk kontraktor khusus curtain wall (elemen fasad), perusahaan asal Tiongkok, Jangho Group, yang akan menangani desain teknik dan layanan teknis dari sistem kaca dan elemen pelekat fasad.
Profil Jeddah Tower
Jeddah Tower adalah proyek milik Jeddah Economic Company yang dirancang oleh Adrian Smith dan Gordon Gill dari Adrian Smith + Gordon Gill Architecture.
Kota Jeddah, tempat gedung ini berada, merupakan kawasan pelabuhan dan kota terpadat kedua di Timur Tengah. Setelah selesai, Jeddah Tower akan bergabung dengan keajaiban arsitektur lain di Jeddah, seperti Masjid Terapung Penang dan Al Balad, pusat bersejarah kota yang menampilkan rumah-rumah dari koral.
Jeddah Tower direncanakan menjadi gedung multifungsi yang menawarkan perkantoran, hunian, area komersial, dan hotel. Selain itu, akan ada dek observasi yang direncanakan menjadi yang tertinggi di dunia, serta balkon luar ruangan berdiameter 29,8 meter persegi, yang awalnya dirancang sebagai helipad.
Bangunan ini dirancang dengan gaya neo-futuristik, sebuah estetika avant-garde yang seringkali didukung oleh penggunaan teknologi kelas dunia dan pemikiran ulang terhadap bentuk dan fungsi bangunan.
Gambar render menunjukkan sebuah menara tunggal yang ramping, yang sedikit meruncing ke arah puncaknya.
Sebagaimana dijelaskan oleh Smith dan Gill, bentuknya terinspirasi oleh daun palem, yang banyak terdapat di Arab Saudi. Meski dimaksudkan untuk menghormati asal-usulnya di Arab Saudi, desain ini juga mewakili puncak desain supertinggi dan evolusi teknologi yang memungkinkan desain monumental tersebut menjadi kenyataan.
“Geometri menara, yang dimulai dari dasar sebagai bentuk tripod tunggal, kemudian secara bertahap terpisah di puncak menara, berkaitan dengan karakteristik kinerja angin menara, sebuah analogi pertumbuhan baru yang dipadukan dengan teknologi,” tutup Smith dan Gill.
Leave a Comment