
Pemkot Surabaya Akan Data Seluruh Ponpes untuk Pastikan Keamanan & Kelayakan Bangunan
Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan pendataan terhadap semua pondok pesantren di wilayahnya. Tujuan dari pendataan ini adalah untuk memastikan kelayakan dan keamanan struktur bangunan yang digunakan sebagai tempat menuntut ilmu oleh para santri dan santriwati. Langkah ini dilakukan setelah tragedi ambruknya Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo yang menewaskan 67 santri.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pendataan ini sangat penting, terutama bagi pondok pesantren yang juga menyelenggarakan sekolah formal, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses pendataan tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujar Eri pada Jumat (10/10). Menurutnya, meskipun pondok pesantren tidak masuk dalam anggaran pemerintah, namun karena berada di Kota Surabaya, Pemkot akan berupaya bersama-sama dengan provinsi untuk melihat kondisi seluruh pondok pesantren di kota ini.
Eri menekankan bahwa perizinan menjadi kunci utama bagi Pemkot Surabaya dalam memberikan intervensi terhadap pondok pesantren. Ia berharap semua ponpes yang ada di Kota Surabaya memiliki izin yang legal dan sesuai dengan standar yang berlaku.
“Jika pondok itu sudah memiliki izin maka kami bisa melakukan intervensi di sana, termasuk memberikan bantuan terhadap struktur bangunan yang ada di pondok tadi,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga siap membantu proses pengurusan perizinan bagi pondok pesantren yang belum memiliki izin. Eri menegaskan bahwa izin sangat penting dalam menjalankan operasional sebuah pondok pesantren.
“Ya, harus ada perizinan. Nanti kami bisa bantu terkait dengan perizinannya karena izin itu sifatnya penting,” tambahnya.
Leave a Comment