
BERITA TERKINI: Masjid Raya Baitul Khairaat Palu Siap Rekor MURI
Masjid Raya Baitul Khairaat Siap Meraih Rekor Nasional
Masjid Raya Baitul Khairaat di Kota Palu, Sulawesi Tengah, akan segera menorehkan prestasi nasional. Masjid megah yang berada di kawasan Palu Timur tersebut akan menerima dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 20 Oktober 2025 mendatang.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulteng, Ruly Djanggola, menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan untuk kubah terbesar di Indonesia dengan diameter 90 meter serta jam terbesar di Indonesia yang juga menempati urutan kelima terbesar di dunia.
“Insyaallah tanggal 20 Oktober nanti, Masjid Raya Baitul Khairaat akan mendapatkan dua rekor MURI, yakni untuk kubah dan jam terbesar,” ujar Ruly saat ditemui di Aula Polibu, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (9/10/2025).
Selain akan mencatatkan rekor, pembangunan masjid tersebut kini hampir rampung. Hingga awal Oktober 2025, progres fisiknya telah mencapai 98,5 persen dan sedang memasuki tahap akhir atau finishing.
“Progresnya sudah 98,5 persen, bahkan hampir 99 persen. Saat ini tinggal penyelesaian beautifikasi seperti mihrab, pagar, dan beberapa detail estetika bangunan,” jelas Ruly.
Ia menuturkan, Masjid Raya Baitul Khairaat tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan peradaban Islam di Sulawesi Tengah. Di lantai dasar ada aula berkapasitas 500 orang, museum peradaban Islam, perpustakaan, ruang aktivitas anak-anak, serta kantor pengelola. Di luar, di kawasan ruang terbuka hijau, juga disiapkan area UMKM syariah.
Ruly menyebut, Pemerintah Provinsi Sulteng juga menyiapkan dua opsi skema pengelolaan masjid, yakni melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau Badan Pengelola Mandiri. Skema ini akan mengatur operasional dan pemeliharaan masjid yang menjadi aset milik Pemprov Sulteng.
Masjid Raya Baitul Khairaat berdiri megah di atas lahan seluas 4 hektar di Jalan Jaelangkara, Kecamatan Palu Barat. Masjid ini mampu menampung 10.000 jamaah di ruang utama, dan hingga 30.000 jamaah termasuk area pelataran luar.
Jika tidak ada kendala, masjid akan difungsikan penuh mulai tahun 2026, dan ditargetkan sudah bisa digunakan untuk salat tarawih dan Idul Fitri.
“Insyaallah tahun 2026 sudah digunakan. Kita tarawih dan lebaran di sana,” ujar Ruly optimistis.
Dibiayai dari APBD Provinsi Sulteng sebesar Rp376 miliar, Masjid Raya Baitul Khairaat juga menjadi ikon baru keagamaan dan kebudayaan di Palu. Selain memiliki desain arsitektur khas, masjid ini dilengkapi jam raksasa di depan kubah dan sistem pengolahan air limbah (IPAL) modern.
Area kuliner di halaman depan tetap dipertahankan sebagai ruang sosial dan ekonomi masyarakat sekitar.
Leave a Comment